Kamis, 08 Agustus 2019

Jumat

Hari ini, tepat pada hari kamis tanggal 08-08-2019 pukul 18.15 untuk pertama kalinya saya sebagai seorang ayah memukul pantat anak saya. Keras tidak, anak saya pun tidak menangis.. pemicunya sebenere bukanlah hal yang besar, namanya juga anak umur 2 tahun lebih sedikit. masih belum mengerti yang dia lakukan, dan yang dia mengerti adalah melakukan apa yang menjadi rasa penasaranya. oh iya, sempat lupa memperkenalkan nama anak saya. anak saya bernama Aulia Adi Rahman dari seorang ibu bernama Pindah Susanti (wanita yang sangat saya sayangi) dan seorang ayah (saya sendiri) yang Jatuh cinta dengan istri saya pada saat pertama kali bertemu. malam ini mungkin malam yang sangat sulit saya lupakan dikarenakan malam ini terjadi sebuah moment yang seharusnya tidak boleh dilakukan. pemicunya anak saya menarik laci lemari dan jatuh tepat di atas laptop saya ini. bukan tidak sadar saya memukul anak saa tersebut, hal ini terpaksa saya lakukan agar timbul rasa nurut kepada orang tua. sedih pasti, menyesal sangat, tapi tetap menurut pendapat saya itu memang harus dilakukan. mungkin bagi sebagaian pembaca disini mungkin berfikir hal yang saya lakukan itu salah, mungkin ada yang berpendapat menciptakan rasa takut pada anak akan mematikan kreatifitas atau bla bla bla... yup, saya hargai semua pendapata pembaca, tapi percayalah, saya sebagai seorang ayah dari Aulia Adi Rahman juga menginginkan yang terbaik buat anak saya. Nak,, Mungkin kalimat ini tidak bisa langsung saya ucapkan ke kamu, mungkin kamu juga belum mengerti makna kata maaf, Bapak minta maaf nak. Adi, bapak sayang banget sama Adi, Tumbuhlan menjadi anak yang ceria, Pintar, sehat, nurut kedua orang tua, sholeh serta dimudahkan rizkinya. Maafkan bapak karena waktunya bapak banyak terbuang diluar, iklaskan waktu bapak untuk mencari rizky untuk mencukupi kebutuhanmu, Bapak ingin memberikan yang terbaik buat Adi. I LOVE You Nak.